My Script

Welcome to Coretan Hidupku

Selasa, 06 November 2012

Ilmu Ekonomi dan ekonomi Makro


A.ILMU EKONOMI
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya manusia baik secara individu maupun masyarakat dalam menentukan pilihan-pilihan terhadap sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas jumlahnya. Kita harus mempelajari ilmu ekonomi ,supaya kita dapat memenuhi kebutuhan hidup .Karena dalam memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas, selalu di temui kendala(keterbatasan).Kendalanya adalah sumber daya .Sumber daya tersebut dapat berupa uang,modal,teknologi,pendidikan, keahlian, kekayaan alam dan lain-lain.
1.Kelangkaan dan pilihan
            Kelangkaan di artikan sebagai suatu kesenjangan antara jumlah kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya atau alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas.
1.2.Faktor-faktor Penyebab kelangkaan
a.       Perbedaan kondisi geografis
b.      Pertumbuhan ekonomi yang cepat
c.       Kemampuan produksi yang terbatas
d.      Perbedaan perkembangan teknologi
e.       Adanya bencana alam
Berdasarkan terjadinya kelangkaan tersebut,maka muncul apa yang di sebut barang ekonomi.Barang ekonomi merupakan barang yang jumlah permintaanya lebih banyak di bandingkan jumlah barang yang tersedia.
1.3.Masalah Ekonomi
            Sumber daya atau faktor-faktor produksi terdiri dari seluruh komponen yan di gunakan untuk memproduksi barang separti tanah,modal(capital), tenaga kerja, dan semangat kewirausahaan (entrepreneurship).Masala-masalah ekonomi:
a.       Barang apa saja yang akan di hasilkan (what)
b.      Bagaimana barang dan jasa tersebut dihasilkan ( how )
c.       Untuk siapa barang dan jasa tersebut di hasilkan ( for whom )

B.EKONOMI MAKRO

1.Masalah Kestabilan harga (inflasi)
            Kestabilan harga merujuk pada keadaan suatu Negara atau wilayah yang terdapat harga barang atau jasa relative tidak berubah ( tetap). Keadaan ini sering di sebut inflasi rendah. Inflasi adalah kenaikan harga secara umum yang terjadi secara terus menerus. Inflasi menjadi masalah karena hal ini menyangkut daya beli masyarakat suatu Negara. Inflasi secara terus menerus akan mengakibatkan suatu Negara menjadi hancur perekonomiannya. Inflasi selain membuat masyarakat menjadi miskin, juga mengakibatkan produsen kesulitan untuk  berproduksi dan menjual  barang-barangnya. Inflasi akan mempengaruhi tingat suku bunga perbankan. Jika inflasi tinggi, maka suku bunga perbankan akan  naik, apalagi untuk suku bunga pinjaman. Sehingga jelas akan menyulitkan semua orang, baik itu produsen, maupun konsumen. Bila ini terjadi terus menerus , maka kita akan terperosok ke dalam lingkaran Setan Kemiskinan. Dalam Lingkaran Setan Kemiskinan, di mulai dari kondisi pendapatan nasional ( GDP/GNP) yang rendah, sehingga mengakibatkan saving masyarakat rendah, Saving (tabungan) yang rendah akan mengakibatkan investasi juga rendah. Investasi rendah akan membuat produksi rendah, pengangguran tinggi. Produksi rendah, pengangguran tinggi akan mengakibatkan GDP/GNP tetap rendah. Ini terus berlangsung , sehingga kita terjerumus dalam lembah kemiskinan.
2.Masalah Pengangguran
            Adanya pengangguran berarti menunjukkan perekonomian Negara itu tidak dalam kondisi full-employment. Ada faktor produksi yang tidak terpakai ( berlebih) yaitu tenaga kerja. Keynes, mengatakan bahwa kondisi perekonomian suatu Negara selalu berada dalam keadaan under-employment, kalau pula terjadi keadaan full employment itu hanya kebetulan saja. Memang pengangguran selalu terjadi di Negara manapun. Dan ini memang menjadi concern ( pusat perhatian ) para pemimpin bangsa dan para ekonom. Makanya di dalam kampanye suatu partai politik , masalah ini menjadi salah satu prioritas bagi mereka, yaitu menurunkan tingakat pengangguran. Pengangguran tentu tidak baik  bila terjadi, karena dapat menimbulkan kerawanan soaial seperti pencurian, kriminalitas dan lain-lain.
3.Masalah Kesseimbangan Neeraca Pembayaran
            Neraca pembayaran merupakan informasi keadaan keuangan suatu Negara secara umum. Jika Negara tersebut memiliki kondisi yang surplus bearti Negara itu memiliki cadangan devisa yang besar. Cadangan devisa ini digunakan untuk kegiatan transaksi perdagangan luar negeri.Cadangan ini di gunakan untuk membiayai impor barang-barang dari luar negeri.Semakin besar cadangan suatu Negara bearti semakin sehat Negara itu, karena mampu membeli barang lebih banyak. Analoginya bila seseorang yang memiliki tabungan yang banyak dan semakin banyak tabungannya, berarti dia memiliki kemampuan untuk membeli barang lebih banyak.
Cadangan dapat diperbesar dengan berbagai macam cara : Pertama, adalah dengan melakukan ekspor. Kedua, adalah dengan mengundang investor asing agar mau melakukan investasi di Negara kita. Ketiga, merupaka cara yang paling tidak di senangi sebenarnya yaitu dengan melakukan pinjaman luar negeri.
C.PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL
 1. Pengertian Pendapatan Nasional
            Pendapatan nasional adalah total produksi barang atau jasa yang di hasilkan oleh masyarakat di suatu Negara pada satu waktu tertentu. Indikator yang umum di gunakan untuk menghitung pendapatan nasional adalah GNP (Gross Domestik Produk ) atau dalam bahasa Indonesia di sebut dengan PDB (Produk Domestik Bruto). Indikator lain yang juga sering di gunakan adalah GNP (Gross National Product ) atau PNB (Pendapatan Nasional Bruto ).
Ada 3 pendekatan yang di gunakan dalam menghitung pendapatan nasional :
            1.Pendekatan Produksi
            2.Pendekatan Pendapatan
            3.Pendekatan Pengeluaran
     1.Pendekatan Produksi ( Production Approach )
            Dalam pendekatan ini pendapatan nasional di hitung berdasarkan perhitungan dari jumlah nilai akhir barang dan jasa ya ng di hasilkan oleh masyarakat dalam suatu perekonomian pada periode tertentu.Nilai barang dan jasa yang di maksud adalah nilai akhir barang dan jasa atau nilai tambah ( value added ) barang.
            Nilai akhir adalah nilai barang yang siap dikosumsi dan tidak lagi di gunakan dalam proses produksi berikutnya. Sedangkan nilai tambah adalah selisih antara nilai suatu barang dengan biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi termasuk nilai bahan baku yang di gunakan.
     2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach )
            Pendapatan nasional yang di hitung dengan menggunakan pendekatan pendapatan yaitu dengan jalan menghitung semua pendapatan dari masing-masing pendapatan dari faktor produksi yaitu pendapatan dari tanah, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaan. Pendapatannya berupa sewa, bunga, upah dan profit.
     3.Pendekatan Pengeluaran ( Expenditure Approach)
            Pendapatan nasional yang di hitung dengan menggunakan pendekatan pengeluaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang di lakukan oleh semua pelaku ekonomi, baik itu rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan sector luar negeri.
2.Pengertian  GDP dan GNP
            Dalam menghitung pendapatan nasioanal terdapat dua macam konep perhitungan, yaitu dengan konsep kewilayahan dan konsep kewarganegaraan. Jika menhitung pendapatan nasional dari jumlah seluruh produksi yang di hasilkan masyarakat baik itu Warga Negara Pribumi dan Warga Negara Asing dalam suatu Negara di sebut GDP (Gross Domestic Brutto ). GDP di hitung berdasarkan konsep kewilayhan, sedangkan jika, menghitung pendapatan nasional dari jumlah seluruh produksi yang di hasilkan oleh masyarakat Indonesia, baik itu di dalam maupun dari luar negeri, ini di sebut              GNP (Gross National Product ). GNP dihitung berdasarkan konsep kewarganegaraan.
GNP = GDP + Net Factors Income from Abroad
NFIA  adalah selisih dari pendapatan masyarakat domestic dari faktor produksi yang di milikinya di dalam negeri  suatu Negara.
3.GDP Nominal dan GDP Rill
GDP nominal adalah nilai output yang di hasilkan berdasarkan harga-harga yang berlaku pada waktu output tersebut di produksi.
GDP Rill adalah nilai output yang di hasilkan pada satu waktu tetrtentu berdasar pada harga tahun dasar tertentu( harga konstan ).Misal dalam GDP rill 1990 di hitung berdasarkan tahun 1980.
Untuk menghitung GDP rill dan GDP nominal ,kita dapat menghitung inflasi








D. ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL DUA SEKTOR
            Dalam pendekatan ini, perekonomian diasumsikan hanya digerakkan oleh 2 (dua) orang pelaku kegiatan ekonomi, yaitu rumah tangga dan swasta.
1. Arus Melingkar ( Circular Flow) dalam Perekonomian 2 sektor
            Bentuk ini mengasumsikan bahwa dalam perekonomian terdapat dua pelaku ekonomi yaitu rumah tangga dan swasta (perusahaan). Dalam perekonomian, sector swasta merupakan satu-satunya produsen barang dan jasa, dan proses produksi dilaksanakann dengan menggunakan faktor-faktor produksi ( tanah, tenaga kerja, modal dan entrepreneurship atau kewirausahaan ). Penghasilan yang di peroleh rumah tangga dari menjual faktor-faktor produksi  terdiri dari sewam(pendapatan  dari tanah), bunga (pendapatan dari kapital) , upah (pendapatan dan tenaga kerja) dan profit (pendapatan dari entrepreneurship). Kemudian ,rumah tangga diasumsikan merupakan satu-satunya pembeli baranng dan jasa yang di hasilkan oleh swasta. Pembelian barang dan jasa tersebut di bayar dengan penghasilan yang di perolehnyadadri menjual faktor-faktor produksi.
Analisis Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Matematis dan Grafis. Dalam menganalisis pendapatan nasional , kita memiliki beberapa asumsi, antara lain :
a.Investasi adalah investasi yang autonomous, yaitu tidak di pengaruhi oleh variabel lainnya.
b. Konsumsi adalah fungsi linear dan positif dari tingkat pendapatan disposable (Yd)
c.Tabungan juga memiliki fungsi linear dan positif dari tingkat pendapatan disposable (Yd).
d. Tidak ada pajak langsung ,maka pendapatan nasional (Y) sama dengan agregat pendapatan disposable.
            Jumlah konsumsi agregat dan tabungan ,maka pendapatan nasional (Y) sama dengan agregat pendapatan disposable.
Y = C + S
Sementara itu fungsi konsumsi dan tabungan dipengaruhi oleh pendapatan disposable. Pendapatan disposable di peroleh dari pendapatan nasional di kurangi dengan pajak. Namun karena dalam analisis ini tidak ada pajak, maka pendapatan nasional memiliki nilai yang sama dengan pendapatan nasional.
Y =Yd                                                  Keterangan ;
C =C +bY                                            C = Kosumsi
S = Y- C                                               Y = Pendapatan Nasional
                                                            Yd = Pendapatan disposable
S =Y –(C + bY)                                                C  = autonomous consumption
S = -C + (1- b)Y                                     S  = Tabungan
Contoh :
Fungsi konsumsi adalah C =100 + 0,8 Y. Sementara itu fungsi investasi adalah I=50,berapakah keseimbangan pendapatan nasional?
Jawab:
Untuk mencari keseimbangan pendapatan nasional dapat di cari melalui dua cara, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan injeksi-kebocoran.
a. Pendekatan Pengeluaran
Y =C + I
Y =100 + 0,8Y+50
Y -0,8Y=150
0,2 Y =150
Y =750
b.Pendekatan injeksi-kebocoran
C =100+0,8Y
S = -100 +0,2Y
S =I
-100+0,2Y =50
0,2Y =150
Y  =750